Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Hijrah dari Hutang Riba (Melunasi Hutang dengan Bantuan Allah)

Hijrah dari Hutang Riba (Melunasi Hutang dengan Bantuan Allah) - Ayo kita bisa asal kita mengimani dengan rezeki dari Allah, Allah sudah berjanji bahwa Allah meluaskan rezeki seseorang siapa yang dia kehendaki.

Ketika kita memegang Ayat tersebut dan kita meyakininya, yang enggak mungkin bagi Allah mudah sekali.

Pernah satu hari orang pesan total sampai 40 Juta, kita pernah dapat itu dan bayangkan pesan donat berapa puluh juta MasyaAllah dan bener-bener Ya Allah terima kasih Jalan telah engkau berikan.

Jauh dari Allah hingga terjerembab kedalam pusaran riba, Irma pemilik kirsite donat kentang merasakan fakta bahwa ancaman Allah dalam Alquran benarlah nyata adanya.

Namun tatkala dirinya hijrah segala-galanya maka Allah pun tidak segan mengangkat kembali kehidupannya bahkan HUTANG sebesar 970 juta pun mampu ia selesaikan dalam waktu hanya DUA TAHUN dengan izin Allah.

Dan ternyata setelah menjalani disitulah baru sadar Ya Allah maafkan salah hambaMU.

Nah sekarang bagaimana hutang segitu banyak itu enggak bisa bayar dalam waktu-waktu itu jatuhnya setahun, sampai-sampai saya sudah mulai putus asa.

Kata Masnya "Dek" katanya "Eh masih kerja sama kakak aja ya, kebutuhan Kakak kan juga punya bakery" Tapi beliau memang bener-bener tanpa riba dari awal sampai sekarang, jadi saya bilang tolong la yah tolonglah Mas kita bangkit"

Dari waktu untuk kita memperbaiki semua ini, jadi pada waktu itu 2016 sudah mulai kenal RIBA 2 Tahun.

Baca Juga: Ikhlas Adalah Tidak Terpaksa dan Juga Tidak Ada Harapan. Bersih, murni, apa adanya

Jatuh bangun jalanya serta enggak karuan antara hidup dan mati, benar-benar cuma bisa nangis sampai pinjem uang ya Allah sana-sini, akhirnya cuma bisa nangis.

Ya Allah berikan hamba Jalan, bantu diri ini untuk memperbaiki Ya Allah.

Akhirnya 2018 kebetulan Kakak mau umroh, Kakak umroh kebetulan beliau enggak punya pengalaman dan nggak berani sendiri yang sama istrinya.

Dan katanya Eneng kita diajak umrah dan itu ya Allah benar-benar salah satu kado terindah dari Allah kenapa karena kakak yang bayarin, kata Kakak "Sudah pakai duitku aja" 

Disitu saya cuma bisa nangis ya Allah, jadi sepanjang proses sampai saya ke Ka'bah tuh nggak bisa ngomong yang diinget "Ya Allah Ya Allah Ya Allah" Seperti itu

Sampai kemudian akhirnya bener-bener jatuh bener-bener kayaknya udah menyerah, bener-bener sampai Masnya tuh udah minta izin mau ikut kerja aja sampai udah nggak bisa bergerak lagi, udah hutang, udah pinjem sama mama untuk bayar cicilan setiap bulan.

Kan Mama kan juga punya terbatas, akhirnya pulang dari umroh udah nangis ya Allah bismillah disitulah airnya titik balik kami.

Titik balik kami buat hijrah, hijrah segala-galanya, hijrah bukan hanya bagaimana usaha tanpa riba, tapi bagaimana ketika kita membangun usaha kita harus benar-benar lillahi taala.

Bagaimana Allah itu Ridha Allah akan memudahkan jalannya, kan Allah sudah berjanji ketika kita mengejar dunia, ketika kita mengejar akhirat maka dunia yang akan datang kepada kita.

Jadi akhirnya waktu itu pulang umroh, pada  waktu pulang umroh itu disitulah awal titik kebangkitan kami.

Niat hijrah dulu kan jahiliyah sekali, maaf dari pakaian dari sholat dari ibadah bener-bener jahiliyah, bener-bener menganggap saya ini hebat, saya mampu. Tapi ternyata apa-apa ada satu titik ketika Allah memberikan pelajaran susah.

Disitulah sadar "Oh saya ini enggak ada apa-apa tanpa kemampuan dari Allah, Oh saya ini bukan siapa-siapa kalau Allah tidak mengijinkan"

Akhirnya dari situlah mulai bangkit, setelah mulai bangkit 2018. Kita udah total semuanya ya Allah niat diri usaha akhirnya mulai meluruskan niat.

Kalau dulu berfikirnya "Wah usaha-usaha itu bagaimana menjadi orang besar, menjadi orang hebat"  Ternyata setelah titik balik hijrah itu enggak! Bagaimana supaya Allah Ridho itu akhirnya.

Ya Allah saya usaha bagaimana mencari ridho engkau ya Allah, karena bagaimanapun semua di dunia ini adalah tujuannya, bagaimana untuk mencapai surganya Allah di akhirat nanti Insya Allah. 

Jadi pada waktu tuh hijrah benar-benar total, usaha benar-benar kita memulai lagi merombak lebihlah dari awal dan akhirnya pelan-pelan.

hijrah melunasi hutang riba dengan bantuan Allah SWT


Baca Juga: Mantan Jadi Sahabat, Boleh Tidak?!

Ya Allah Bismillah mulai meluruskan diri, yang dulunya salat nggak karuan akhirnya belajarlah buat salat lagi, kemudian yang awalnya dulu tuh menyepelekan bagaimana mendekatkan diri dengan Allah, akhirnya udah mulai belajar lagi mendekat lagi dengan Allah.

Belajar lagi ilmu agama bener-bener, setelah dijalani 2018-2019 kita udah mulai menata sedikit-sedikit, dari diri dulu dirinya kita, udah mulai lebih dekat dengan Allah.

Belajar ilmu agama sampai akhirnya usaha-usaha kita udah mulai benar-benar semua diet, ya Allah ini kan udah punya masih utang nih, kita udah niat dari situ kita usaha bangkit pelan-pelan, perlahan pada waktu itu yang omzetnya dari sebelum riba akan lebih juta, pada waktu kena riba jadi 2 juta kemudian pada saat sudah mulai bangkit lagi untuk hijrah untuk meninggalkan riba pada waktu itu kita sampai pada omset sekitar 6 enam jutaan dalam satu hari.

Jadi kita udah mulai nabung, Alhamdulillah pernah juga pada waktu itu saking Allah ngasih hadiah kita dapat pesenan donat sekian ribu donat, bener-bener rezeki yang tak terduga.

Jadi kalau misalnya omzet per hari, itu saya bilang kalkulator kita beda dengan kalkulatornya Allah. Dan kita sering mengandalkan bagaimana pola pikir kita, tapi kita lebih mengimani bagaimana kalkulatornya Allah bekerja di dalam kehidupan kita.

Jadi dah waktu niat mau melunasi hutang, pesanan tuh banyak kemudian mulai bangkit, akhirnya pada waktu itu juga saya akan mulai berpikir untuk bagaimana kenal di sosial media, waktu itu awal waktu runtuh itu mulai bangkit.

Segala macam dulu kan cuman offline, kemudian ada hikmahnya kita pas untuk kita berfikir lagi "Oh Bagaimana ya saya ingin bangkit, kemudian kita mau mempromosikan lewat sosial media, Facebook akhirnya terkenal" 

Dari situ alhamdulillahnya Allah memudahkan jalannya ketika, memudahkan jalannya Alhamdulillahirobbilalamin, jadi pada waktu 2018, 2019, 2020 Januari tadi kita sudah bisa MELUNASI 970 juta tersebut, dan itu benar-benar kita nangis, kita  Sujud syukur..

ya Allah terima kasih ya Allah..

sekarang kita sudah bangkit dan sekarang ini Alhamdulillahnya..

Lebih belajar lagi jadi teman-teman disini, saya pribadi bukan orang yang hebat! Enggak, tapi saya orang yang sedang belajar.

Belajar bagaimana menjadi seorang pengusaha yang Allah ridhoi.

Bagaimana menjadi seorang muslim preneur yang benar-benar berada dijalannya Allah, lebih taat kepada Allah.

Saya juga ingin menggarisbawahi pada diri saya bahwa kalau berpikir, kalau kita enggak riba kita nggak punya barang, kita nggak punya harta dan kita nggak punya apa-apa seperti orang.

Dan itu ternyata salah besar, kita bisa asal apa kita mengimani dengan rezeki dari Allah, Allah sudah berjanji bahwa Allah meluaskan rezeki seseorang Siapa yang dia kehendaki.

Ketika kita memegang Ayat tersebut dan kita meyakininya, apa yang Enggak mungkin bagi Allah? Mudah sekali semuanya bagi Allah.

Satu hari orang pesanan 40juta, Kita pernah dapat itu bayangkan pesan donat berapa puluh juta itu Masya Allah dan bener-bener pikir Ya Allah.. Terima kasih Jalan telah engkau berikan.

Jadi kita udah LUNAS, sekarang tinggal bagaimana kita belajar untuk memanajemen usaha kita agar berada dijalannya Allah.

Jadi, karyawan itu waktu sebelum riba 45 orang, pas riba mulai sampai 15 orang banyak dipangkasin itu tersisa 35 orang, dan sekarang alhamdulillahnya sudah lebih daripada 10 orang antara 12-15 orang.

Dan luar biasa nya apa sekarang? Itu sama-sama belajar dengan teman-teman dengan kru, kita belajar jadi pada waktu kita sama kru kita tiap pagi sebelum ada kerja kita Taklim dulu yang dengarkan hadis, kemudian membaca satu surah, yang dimana kita memperbaiki bacaan Alquran dengan harapan Allah Ridha dan disitu tuh benar-benar penyemangat saat zaman masa pandemi Corona ini.

Temen-temen mungkin banyak dan  Alhamdulillah kita juga malah menerima karyawan baru, Kenapa dengan izin Allah pada saat seperti ini kita nggak ngaruh dengan zamannya korona itu.

Jadi bukan karena saya hebat, enggak tapi karena dengan izin Allah meluaskan rezeki bagi siapa yang dia kehendaki dan Allah menyempitkan rezeki rezeki kepada siapa yang dia kehendaki.

Bukan karena A,B,C enggak tapi kembali lagi bagaimana kita memanfaatkan diri agar layak di mata Allah, Jadi kita tiap pagi bagaimana Taklim, nanti siang kan udah menjelang dzuhur kita pun ada Taklim, Siang juga buat kru produksi Jadi sekarang di kami untuk gabung ke tim kami untuk jadi Kru kami.

Itu sekarang kami udah punya sarat dimana dia harus taat salat lima waktu jadi lebih bisa taat untuk mendekat kepada Allah, supaya kita belajar sama-sama. Karena apapun ketika kita dekat dengan Allah itu berasa nyaman, enak banget.

Saat orang sepertinya, seperti ini kita lupa ada Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha kaya. Apa yang tidak mungkin buat Allah.

Kepada kita kemudian di saat kita galau punya masalah dan lain sebagainya, mungkin satu hal kita kurang beriman! Bagaimana ada Allah bersama kita.

Jadi sekarang tuh bagaimana lebih belajar lagi, kalau dibilang saya sudah sukses, merasa diri belum! Karena ya masih besoknya masih belajar kalau menilai kita sukses.

Bismillah semoga ini menjadi jalan ke bermanfaat lebih banyak lagi kepada orang-orang, lebih bisa lagi membawa teman-teman yang nganggur supaya bisa kerja, kita lebih bisa membuka lowongan kerja lagi.

Jadi sekarang itu kita lebih belajar sama-sama untuk akhirat lah, dunia itu tidak perlu dikejar yaitu jadi inget, seperti ini kalau kita menangkap kupu-kupu kita Jangan lari untuk mengejarnya, tapi bagaimana kita menjadi sekuntum bunga yang indah yang harum, agar kupu-kupu itu datang kepada kita.

Jadi saya sedang belajar bagaimana memantaskan diri agar menjadi magnet rezeki.

Nah jadi disitu pointnya, kalau dulu dipikir bagaimana kita mengejar uang, mengejar kerjaan, tapi ternyata bagaimana kerjaan itu datang dan kita memantaskan diri kita, bagaimana ketika Allah mengasihi amanah yang lebih besar lagi sama kita.

Saya disini hanyalah sebagai seorang kurirnya Allah, kerjanya Allah bukan orang hebat, bukan orang besar! Enggak! cuman orang yang belajar masih belajar lagi bagaimana lebih taat.

Terima kasih buat teman-teman yang sudah menyimak artikel ini tidak ada hal yang diinginkan dari semua ini kecuali mengharap kebaikan dan rahmat Allah subhanahuwata'ala.

Apa yang saya sharingkan di itu tidak bukan karena ingin sama-sama belajar, saya sendiri juga masih belajar dan Minta doanya dari teman-teman semuanya

Segala  salah hilaf saya mohon dimaafkan, semua kebaikan datang dari Allah dan jika ada kekeliruan dan kesalahan itu murni karena kehilafan saya sebagai seorang manusia.

Akhir kata Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salam - Beri-Jempol69


Post a Comment for "Hijrah dari Hutang Riba (Melunasi Hutang dengan Bantuan Allah)"